Cinta itu gampang-gampang susah: gampang jatuh cintanya susah menempatkan ke orang yang tepat.
Demikian penggalan kata dari Merry Riana di video motivasi youtubenya.
Jangankan mencari pasangan hidup untuk menikah, baru mencari calon pasangan aja kita sudah disibukkan dengan kreteria2, misalnya:
Dia harus ganteng
Dia harus mapan
Dia harus golongan yang minimal seimbang dengan kita
Dia harus sudah mandiri
Dia lulusan S2
Dan lain lain
Tidak hanya materi tapi kita juga disibukkan juga dengan urusan hati:
Dia harus bisa pengertian
Dia harus rajin dalam berdoa
Dia harus sopan dan baik
Bisa bercanda
Bisa bermusik
Bisa romantis
Setia
Jujur
Dan lain lain.
Ya siapa sih yang tidak mau punya pasangan sesempurna itu, tapi berhenti dulu imajinasi tuntutanmu karena yang kamu inginkan adalah seorang seorang pendamping hidup manusia bukan seorang malaikat (ingat itu). Boleh kita memiliki tuntutan dan kretiria tapi kita juga harus instropeksi diri dan berpantas diri. Kita pengen punya pasangan yang mandiri dan kaya tapi kita sendiri aja masih suka berfoya-foya dan pergi jalan-jalan. Kita pengen punya pasangan yang setia tapi kita sendiri masih suka posesif yang berlebihan bahkan terkadang tidak masuk akal. Pengen punya pasangan yang sudah mandiri tapi kitanya sendiri masih suka ngandelin uang dari orang tua bahkan untuk yang sifatnya sepele.
Jangan berpikir bahwa setelah menemukan pasangan kamu baru bisa menemukan kebahagiaan tapi percayalah saat kamu sudah bahagia kamu akan lebih mudah menemukan pasanganmu. Jadi persiapan dirimu dengan sebaik mungkin untuk menemukannya.
Cinta itu tidak mencari yang sempurna. Cinta itu tidak melulu bicara hal-hal indah saja. Tapi cinta itu mampu membuat kita duduk bersama untuk membicarakan hal-hal masa depan:
besok nikahnya dimana,
setelah menikah mau tinggal dimana,
mau punya anak berapa,
nanti bagaimana kalau aku gak kerja karena sedang hamil,
Dan masih banyak lagi yang lebih perlu dibicarakan daripada keinginan dan kriteria yang akhirnya membatasi dalam hidup kita.
Jadi pertanyaan yang harus kamu jawab secara jujura adalah: Apakah dia adalah jodohmu?
Untuk menjawab itu berpikirlah secara jujur, apakah kamu nyaman dengan apa adanya kamu saat disampingnya, apakah kamu merasa ada progres kemajuaan, bertambah baik dan semakin dewasa saat ada dia bersamamu entah itu dalam cara berpikir, menjalani hidup dan beriman?
Carilah dia yang tidak akan lari saat ada cobaan hidup menghampiri,
Carilah dia yang tidak hanya mencintai kamu apa adanya tapi juga keluargamu.
Carilah dia yang akan selalu setia dan sabar saat keaedihan menghampiri hidupmu.
Dan carilah dia yang mampu menempatkan kamu menjadi partner hidup yang mau berbagi segala hal: kesedihan, kebahagiaan, kesulitan ekonomi, hati saat drop, hati sedang kalut, dan bahkan saat dipuncak hidupmu.
Hidup memang tidak selalu mulus dan bahagia selamanya, tapi adakalanya sedikit berantem tapi dia tetep mampu disampingmu dan masih sanggup menahan egonya untuk menyeka air matamu, berani meminta maaf dan masih sanggup mengangkat kesedihanmu menjadi kebahagiaan.
Dan jika orang itu sekarang sudah ada di sampingmu, maka: BERSYUKURLAH, jagalah dan berterimakasihlah kepada Tuhan karena segalanya Dia yang mengatur.
Sumber dan referensi: youtube/MerryRiana
Jangankan mencari pasangan hidup untuk menikah, baru mencari calon pasangan aja kita sudah disibukkan dengan kreteria2, misalnya:
Dia harus ganteng
Dia harus mapan
Dia harus golongan yang minimal seimbang dengan kita
Dia harus sudah mandiri
Dia lulusan S2
Dan lain lain
Tidak hanya materi tapi kita juga disibukkan juga dengan urusan hati:
Dia harus bisa pengertian
Dia harus rajin dalam berdoa
Dia harus sopan dan baik
Bisa bercanda
Bisa bermusik
Bisa romantis
Setia
Jujur
Dan lain lain.
Ya siapa sih yang tidak mau punya pasangan sesempurna itu, tapi berhenti dulu imajinasi tuntutanmu karena yang kamu inginkan adalah seorang seorang pendamping hidup manusia bukan seorang malaikat (ingat itu). Boleh kita memiliki tuntutan dan kretiria tapi kita juga harus instropeksi diri dan berpantas diri. Kita pengen punya pasangan yang mandiri dan kaya tapi kita sendiri aja masih suka berfoya-foya dan pergi jalan-jalan. Kita pengen punya pasangan yang setia tapi kita sendiri masih suka posesif yang berlebihan bahkan terkadang tidak masuk akal. Pengen punya pasangan yang sudah mandiri tapi kitanya sendiri masih suka ngandelin uang dari orang tua bahkan untuk yang sifatnya sepele.
Jangan berpikir bahwa setelah menemukan pasangan kamu baru bisa menemukan kebahagiaan tapi percayalah saat kamu sudah bahagia kamu akan lebih mudah menemukan pasanganmu. Jadi persiapan dirimu dengan sebaik mungkin untuk menemukannya.
Cinta itu tidak mencari yang sempurna. Cinta itu tidak melulu bicara hal-hal indah saja. Tapi cinta itu mampu membuat kita duduk bersama untuk membicarakan hal-hal masa depan:
besok nikahnya dimana,
setelah menikah mau tinggal dimana,
mau punya anak berapa,
nanti bagaimana kalau aku gak kerja karena sedang hamil,
Dan masih banyak lagi yang lebih perlu dibicarakan daripada keinginan dan kriteria yang akhirnya membatasi dalam hidup kita.
Jadi pertanyaan yang harus kamu jawab secara jujura adalah: Apakah dia adalah jodohmu?
Untuk menjawab itu berpikirlah secara jujur, apakah kamu nyaman dengan apa adanya kamu saat disampingnya, apakah kamu merasa ada progres kemajuaan, bertambah baik dan semakin dewasa saat ada dia bersamamu entah itu dalam cara berpikir, menjalani hidup dan beriman?
Carilah dia yang tidak akan lari saat ada cobaan hidup menghampiri,
Carilah dia yang tidak hanya mencintai kamu apa adanya tapi juga keluargamu.
Carilah dia yang akan selalu setia dan sabar saat keaedihan menghampiri hidupmu.
Dan carilah dia yang mampu menempatkan kamu menjadi partner hidup yang mau berbagi segala hal: kesedihan, kebahagiaan, kesulitan ekonomi, hati saat drop, hati sedang kalut, dan bahkan saat dipuncak hidupmu.
Hidup memang tidak selalu mulus dan bahagia selamanya, tapi adakalanya sedikit berantem tapi dia tetep mampu disampingmu dan masih sanggup menahan egonya untuk menyeka air matamu, berani meminta maaf dan masih sanggup mengangkat kesedihanmu menjadi kebahagiaan.
Dan jika orang itu sekarang sudah ada di sampingmu, maka: BERSYUKURLAH, jagalah dan berterimakasihlah kepada Tuhan karena segalanya Dia yang mengatur.
Sumber dan referensi: youtube/MerryRiana
Komentar
Posting Komentar