Kenapa dinamakan Relatif?
Saya dulu di keluarga paling ganteng, tapi setelah bertemu Cristian Sugiyono semuanya sirna, jauh-jauh dan sangat tidak bisa dibandingkan hehe.
Ya semua hal di dunia ini yang berhubungan rasa dan perasaan adalah hasilnya relatif, saya di rumah paling ganteng karena pembandingnya dengan bapak dan ibu ya tentu saja gantengan saya ya hehe bukan sombong ini yaa... Nah setelah dibandingkan dengan Cristian Sugiyono istrinya Titi Kamal itu maka saya jauh gak ada apa-apanya. Di sinilah hukum relatif berlaku, saya ganteng itu relatif, dibandingkan dengan siapa dulu, saaat dirumah paling ganteng dan saat disandingkan dengan artis tidak ada apa-apanya. Ini sama halnya dengan keadaan miskin-kaya, gemuk-kurus, susah-senang dan lain-lainnya. Kita bisa dibilang kaya saat dibandingkan dengan yang kurang kaya sedangkan kita miskin saat dibandingkan dengan orang yang kaya dan demikian dengan keadaan gemuk-kurus dan lain-lainnya.
Saat kita membandingkan dengan keadaan di atas kita, saat itulah kita diharapkan memiliki semangat untuk maju dan berkembang, bukan justru minder atau mengeluh.
Saat kita membandingkan dengan keadaan di bawah kita, saat itulah kita diharapkan untuk bersyukur dengan keadaan kita bukan justru menghina atau membuly.
Jadi temen-temen kenapa kita minder, kenapa kita sombong, karena kita relatif sama dengan sesama kita. Mari semangat berkehidupan untuk maju bersama.
Saya dulu di keluarga paling ganteng, tapi setelah bertemu Cristian Sugiyono semuanya sirna, jauh-jauh dan sangat tidak bisa dibandingkan hehe.
Ya semua hal di dunia ini yang berhubungan rasa dan perasaan adalah hasilnya relatif, saya di rumah paling ganteng karena pembandingnya dengan bapak dan ibu ya tentu saja gantengan saya ya hehe bukan sombong ini yaa... Nah setelah dibandingkan dengan Cristian Sugiyono istrinya Titi Kamal itu maka saya jauh gak ada apa-apanya. Di sinilah hukum relatif berlaku, saya ganteng itu relatif, dibandingkan dengan siapa dulu, saaat dirumah paling ganteng dan saat disandingkan dengan artis tidak ada apa-apanya. Ini sama halnya dengan keadaan miskin-kaya, gemuk-kurus, susah-senang dan lain-lainnya. Kita bisa dibilang kaya saat dibandingkan dengan yang kurang kaya sedangkan kita miskin saat dibandingkan dengan orang yang kaya dan demikian dengan keadaan gemuk-kurus dan lain-lainnya.
Saat kita membandingkan dengan keadaan di atas kita, saat itulah kita diharapkan memiliki semangat untuk maju dan berkembang, bukan justru minder atau mengeluh.
Saat kita membandingkan dengan keadaan di bawah kita, saat itulah kita diharapkan untuk bersyukur dengan keadaan kita bukan justru menghina atau membuly.
Jadi temen-temen kenapa kita minder, kenapa kita sombong, karena kita relatif sama dengan sesama kita. Mari semangat berkehidupan untuk maju bersama.
Komentar
Posting Komentar